sakit pada apa yang kaurasa
Tersisih dari kehidupan yang membesarkan asa
Terasingkan dalam dunia yang beranjak bisu
Diam kaku
diam tanpa peduli tiap bilur luka
Disaput senja tanpa kepastian kata
terasakan derai luka dan derita
letih kau tertatih pada langkah-langkah pedih
relung batin yang mulai pengap
lalu degup jantung yang kian melemah seiring detak demi detak
aku tak ingin kebisuan dan sakit itu ada
selamanya hingga kau sia-sia
aku tak mau kau kalah sempurna
pita merah ini untukmu
gantikan setangkai mawar layu di genggamanmu
yang tak mampu bertahan oleh tiap celaan
pita ini adalah seru kataku untukmu, kawan
pita ini adalah harapan agar kau bangkit
melaju tegap, menantang tanpa gagap
menghardik dunia yang menganggapmu gelap
pita ini, pita yang kupakai dan akan kaupakai
kita sama, jadi untuk apa kau pisahkan jiwa
untuk apa dunia ini meletakkanmu pada tempat kedua
jika masih ada ruang mulia yang tersedia
tegap! Melangkah! Tentukan arah
jangan sampai matamu sayu lemah
dan mereka menganggapmu kalah
kalah, kalah, kalah.
Kalah pada sesuatu yang tak tentu arah
Pita merah ini untukmu
Untuk kausimpan sebagai jiwa dan hatimu
Bukan untuk mereka yang hanya bisa memekik sorak
Disela pemikiran yang buatmu sesak
Dan menangis serak
Bangun dan tegak
Dunia takkan menolak
Pita merah ini keringat kebangkitanmu
Kau pasti bisa memeluk bumi
Mendekap dunia yang kini mencampakkanmu
Berseru tanpa ada lidah kelu
Kembalilah tertawa
berseru pada dunia
“ Aku masih ada “
Tersisih dari kehidupan yang membesarkan asa
Terasingkan dalam dunia yang beranjak bisu
Diam kaku
diam tanpa peduli tiap bilur luka
Disaput senja tanpa kepastian kata
terasakan derai luka dan derita
letih kau tertatih pada langkah-langkah pedih
relung batin yang mulai pengap
lalu degup jantung yang kian melemah seiring detak demi detak
aku tak ingin kebisuan dan sakit itu ada
selamanya hingga kau sia-sia
aku tak mau kau kalah sempurna
pita merah ini untukmu
gantikan setangkai mawar layu di genggamanmu
yang tak mampu bertahan oleh tiap celaan
pita ini adalah seru kataku untukmu, kawan
pita ini adalah harapan agar kau bangkit
melaju tegap, menantang tanpa gagap
menghardik dunia yang menganggapmu gelap
pita ini, pita yang kupakai dan akan kaupakai
kita sama, jadi untuk apa kau pisahkan jiwa
untuk apa dunia ini meletakkanmu pada tempat kedua
jika masih ada ruang mulia yang tersedia
tegap! Melangkah! Tentukan arah
jangan sampai matamu sayu lemah
dan mereka menganggapmu kalah
kalah, kalah, kalah.
Kalah pada sesuatu yang tak tentu arah
Pita merah ini untukmu
Untuk kausimpan sebagai jiwa dan hatimu
Bukan untuk mereka yang hanya bisa memekik sorak
Disela pemikiran yang buatmu sesak
Dan menangis serak
Bangun dan tegak
Dunia takkan menolak
Pita merah ini keringat kebangkitanmu
Kau pasti bisa memeluk bumi
Mendekap dunia yang kini mencampakkanmu
Berseru tanpa ada lidah kelu
Kembalilah tertawa
berseru pada dunia
“ Aku masih ada “

2 komentar:
hoyy.. gilak luu.. blang2 nma gua secara brutalll
tanda penghormatan tuuuu
Poskan Komentar
beri komen di blogku ya.......